Big Group Investment

FOUNDER

Dr. Sutandy Setyawan, SE, MA, adalah seorang entrepreneur sejati yang sudah 20 tahun berpengalaman di industri networking. Hubungannya yang luas di berbagai negara Asia dan ketajaman bisnisnya telah menarik berbagai investor dari beberapa negara di China, Timur Tengah, dan Asean.

Dia juga telah 9 tahun bergerak di bidang Agro, Property, Resort dan Pertambangan. Dia juga salah satu pendiri UKM di Belitung Timur. Beberapa perusahaan yang saat ini dipimpinnya adalah PT. Botani Intiagro Global, PT. Botani Indoagro Global, PT. Botani Investama Global, PT. Trinity Solusi Persada, PT. Belitung Batubara Indonesia dan PT. Esindo Media Indonesia.

Insting usahanya kembali teruji setelah ia sukses mengembangkan usaha dibidang perkebunan singkong, Pabrik Tapioka dan lada. Selain itu, bukti ketajamannya menangkap peluang pasar juga dibuktikan dengan sukses mengembangkan usaha di bidang e-commerce, yang dewasa ini sedang bomming di tanah air. Di e-commerce, seluruh mitra usaha bebas memilih barang-barang keperluan sesuai yang diinginkan. Melalui e-share pula mitra cukup mudah bertransaksi cukup dengan menukar point.

DR. Sutandy Setyawan, SE, MA,
DR. Sutandy Setyawan, SE, MA,

Kenapa investasi di lada ?

Pepper merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia yang telah dikenal di seluruh dunia. Untuk ASEAN dan tingkat dunia, Indonesia dan Vietnam berperan sebagai penghasil dan pengekspor lada terbesar. Sampai beberapa tahun ke depan, bahkan Indonesia diproyeksikan masih memiliki surplus.

  • Lada merupakan tanaman rempah yang paling populer sejak zaman kolonial.
  • Kebutuhan pasar yang terus meningkat.
  • Harga komoditas relatif stabil dengan tingkat penurunan yang rendah (baik di pasar domestik maupun global).
  • Masa tanamnya cukup singkat dengan hasil maksimal.
  • Tanaman dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama, untuk menjaga kestabilan harga jual. Dan dengan teknologi pemupukan yang optimal dan tepat, bisa dipanen secara berkala.

Paket Investasi

**Penghasilan ini akan bervariasi sesuai dengan panen dan harga lada saat panen. Tabel di atas adalah sebagai acuan estimasi dengan harga lada saat ini sebesar Rp. 135.000 / Kg atau USD 10 / Kg.

  • Setelah panen, beberapa tanaman akan dijual sesegera mungkin untuk menutupi biaya pemeliharaan yang dikeluarkan perusahaan.
  • Tanaman sisa akan dibagi menurut 70% mitra (pemilik modal) dan pengelolaan perkebunan 30% untuk panen pertama (dalam kilogram hasil panen).
  • Mitra berhak menentukan kapan menjual hasil panen mereka dengan memberikan pemberitahuan tertulis kepada manajemen perkebunan. (tanaman yang tidak terjual dapat diambil oleh mitra kerja, atau disimpan dalam pengelolaan perkebunan dengan biaya gudang).